Postingan

The Best Intellectuals (4)

Gambar
Seorang yang biasa disebut pintar adalah orang yang tetap meninggalkan pertanyaan. Pertanyaan yang dia sendiri juga belum tahu jawabannya. Pertanyaan yang ia sendiri berupaya untuk jawab. Bila ada yang mengklaim memiliki jawaban untuk satu topik, misalnya tanaman, dalam kenyataannya ia hanya akan menjawab secara mendalam tanaman tertentu saja. Ia akan sulit dan tidak mungkin dapat menjelaskan tentang semua jenis tanaman. Namun demikianlah seseorang itu disebut ahli. Ia dapat menjelaskan secara spesifik dan mendalam pengetahuannya atas topik tertentu.  Pertanyaan identik dengan mereka yang mau belajar. Karena itu, mereka berupaya dengan cara terus bertanya. Mereka bahkan mempertanyakan apa yang sudah diterima sebagai "hukum" di masyarakat. Tuhan Yesus Sang Guru jalanan itu seringkali meninggalkan pertanyaan atau bahkan kebingungan untuk para pendengarnya, bahkan terhadap para murid-Nya sendiri. Ia sering "mengajar" dengan bertanya, atau membuat orang bertanya-tanya. ...

The Best Intellectuals (3)

Gambar
"Siapa yang berubah dalam proses belajar dan mengajarkan firman Allah?" Karl Barth membuat parodi Amos 5:21-23, namun dengan maksud yang serius, dalam menggambarkan sikap Tuhan terhadap para teolog dan teologinya, demikian: I hate, I despise your lectures and seminars, your sermons, addresses, and Bible studies, and I take no delight in your discussions, meetings, and conventions. For when you display your hermeneutic, dogmatic, ethical and pastoral bits of wisdom before one another and before me, I have no pleasure in them...(Karl Barth, Evangelical Theology: An Introduction , terj. Grover Foley [Grand Rapids: Eerdmans, 1996/1963], 135) Melihat gerakan guru jalanan itu yang semakin mendapat banyak perhatian, maka gerakan perlawanan juga semakin kuat. Perlawanan yang dilakukan semakin lama semakin terstruktur dan terkoordinasi. Biasnya juga sudah melebar ke beragam masalah: agama, sosial dan politik. Kehadiran guru itu memberi dinamika tinggi di masyarakat. Nam...

The Best Intellectuals (2)

Gambar
"Theology today is challenged to rethink the meaning of salvation along relational and communitarian lines"  Sedari jauh sudah terlihat kerumunan orang di sekitar guru itu. Orang yang mengerumuninya dari beragam latar belakang, ragam motivasi dan ragam kepentingan. Namun semua fokus mendengar pengajaran guru tersebut. Guru itu beda dengan guru pada umumnya. Ketika guru lain mengajar berdasarkan rumusan-rumusan, ia mengajar berdasarkan konteks keseharian; ketika guru lain memberi beban tugas (bahkan beban yang berlebihan dianggap bernilai tinggi), ia memberikan beban sesuai kemampuan; ketika guru lain menghukum dengan tegas dan keras, ia menegur dengan kasih; ketika guru lain memberi nilai berdasarkan penguasaan ilmu pengetahuan, ia menilai berdasarkan penguasaan hidup; ketika guru lain dibayar, ia mengajar secara gratis; ketika guru lain mengajar di kelas, ia mengajar di jalan-jalan. Tidak salah bila ia disebut juga guru jalanan. Guru jalanan suatu status yang ...

The Best Intellectuals (1)

Gambar
"The best intellectuals may exist and operate outside the academy!"  Dalam hal belajar, dari hasil pengalaman dan pembelajaran saya selama ini, terutama di sekolah teologi, ada dua pola yang menonjol (dalam istilah yang sederhana), yaitu: 1) individual - yang memperlihatkan kedalaman pengetahuan dalam kedangkalan relasional - dan 2) komunal - yang memperlihatkan kedalaman relasional dalam kedangkalan pengetahuan. Kedalaman dan kedangkalan merujuk kepada kadar "pengetahuan" yang mereka miliki.  Walau bersifat akademik, pengetahuan, sejatinya, memiliki sifat sosial. Pengetahuan yang diracik dan digodok di laboratorium sekolah akan mendapat status sebagai suatu "ilmu" ketika sudah melewati pengujian dalam realitas sosial. Demikian halnya dengan sekolah teologi. Hasil pembelajaran selama di sekolah teologi akan mendapat pengujian sesungguhnya dalam pelayanan, yang menguji bukan hanya kesimpulan atau jawaban-jawaban teoritis, namun juga penghayatan ata...

MARI BELAJAR 3

"...the way to our hearts is through our bodies." James Smith, Desiring the Kingdom, p..58. Otak menjadi pusat perhatian ketika berbicara tentang intelektualitas, pengetahuan, perilaku atau perkembangan. Contoh sehari-hari: "otaknya sudah miring" yang berkonotasi 1. sudah gila, atau 2. berperilaku negatif. "Otaknya hebat" merujuk kepada 1. kecerdasan, atau 2. pencapaian gelar akademis. "Dasar otak bisnis" umumnya dikatakan kepada mereka yang perhitungannya kepada untung semata. Menurut James Smith, pemikiran di atas tidak sepenuhnya benar. Pengetahuan yang baik tidak serta membuat seseorang melakukan yang baik. Tahu tentang makanan yang sehat dan yang baik, misalnya, tidak membuat orang pasti mengonsumsi makanan yang sehat tersebut. Faktor kebiasaan yang membentuk hidup seseorang lebih sering menentukan perilakunya. Faktor kebiasaan tersebut terjadi melalui proses aktifitas fisik, yaitu melalui panca indra. Apa yang menjadi bau harum dan me...

GEMBALA DAN PENDIDIKAN

Gambar
Seringkali isu di masyarakat bukan isu di gereja dan sebaliknya isu di gereja bukan isu di masyarakat. Ini tergambar, misalnya, dari sikap seorang gembala terhadap suatu isu di masyarakat yang berdampak ke gerejanya. Tidak jarang gembala sebagai pemimpin “spiritual” di jemaat memakai metode “kontekstual” di gerejanya. Artinya, kebijakan gereja dalam dinamika hubungan gereja dan masyarakat, di mana peran dan partisipasi dituntut atau makna kehadiran gereja di tengah masyarakat dipertanyakan, sering terjadi tarik ulur untuk suatu tujuan tertentu. Misalnya, partai politik mana yang harus dipilih dalam pemilihan umum. Kalau di masyarakat memakai dasar hukum di atas dasar rohani, di gereja memakai dasar rohani di atas dasar hukum. Karena itu, peran gembala di dalam gereja tidak terlepas dari sistem dan pola pendidikan yang ia terima. Namun selain itu ada hal lain, minat dan bakat menjadi patokan penting dalam pendidikan dan pembentukan seorang hamba Tuhan. Apa dan bagaimana pelajaran yang ...

MENGASIHI SESAMAKU MANUSIA

Satu kalimat menarik dari T. W. Manson yang mengatakan, “While mere neighbourhood does not create love, love does create neighbourliness.” Kalau secara bebas diterjemahkan demikian , kasihlah yang menciptakan relasi dengan sesama , bukan relasi itu sendiri.   Kisah orang Samaria di Lukas 10:25-37 adalah contoh tepat tentang kasih yang benar terhadap sesama. Kisah itu bukan hanya menyangkut tentang menolong orang yang kesusahan, namun pada dasarnya menjelaskan perspektif  Tuhan Yesus sendiri tentang pelayananNya di dunia ini, yaitu pelayanan kasih yang menyelamatkan.   Di pasal-pasal sebelumnya Lukas memperlihatkan pelayanan Tuhan Yesus: menyembuhkan orang sakit kusta (5:12-13), menyembuhkan pada hari Sabat (6:10), menyembuhkan hamba perwira di Kapernaum (7:10), mengusir roh jahat dari orang Gerasa (8:29), menyembuhkan anak perempuan Yairus (8:54) dan perempuan yang sakit pendarahan (8:48) serta menerima pelayanan perempuan berdosa (7:37-38...